Puasa

Bacaan Niat Puasa Dan Doa Buka Puasa

Mungkin ini adalah Ramadhan Terakhir buat kita, Mungkin juga ini Ramadhan terakhir buat mereka, hanya Allah saja lah yang tahu akan hal itu..

Tips Mesin

Cara Melakukan Shalat Ied Idul Fitri Dan Idul Adha

Shalat Ied adalah shalat sunnah muakad, yang artinya shalat ini walaupun sunnah tapi sangat tidak di anjurkan untuk meninggalkanya...

Tuntunan Sholat

Cara Pelaksanaan Shalat Jum’at Yang Benar

Sholat Jum'at adalah ibadah salat yang dikerjakan di hari Jum'at dua rakaat secara berjamaah dan dilaksanakan setelah khutbah..

Tips Kaki-kaki

Download Free MP3 Al Qur'an Part I

Isi Ponsel Sobat Dengan Ayat - ayat suci Al Qur'an supaya ponselnya penuh barokah...

Seginimzoixz

Sunday, June 29, 2014

Kelebihan dan Keistimewaan Puasa Pada Bulan Ramadhan

Kelebihan dan Keistimewaan Puasa Pada Bulan Ramadhan- Puasa ramadhan merupakan puasa yang dilakukan pada bulan rmadhan pada setiap tahun islam. adapun puasa ini dilakukan sama halnya seperti puasa pada umumnya yakni menahan diri dari sesuatu yang bisa membatalkan puasa. secara lebih lengkapnya merupakan menahan diri pada siang hari dari berbuka dengan disertai niat berpuasa bagi orang yang telah diwajibkan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
 Puasa Ramadhan
Keutamaan Puasa Ramadhan
Puasa ramadhan hukumnya wajib untuk semua muslim yang memenuhi syarat untuk melakukannya.
dalam beberapa hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan tentang fadhilat dan keutamaan puasa pada bulan Ramadhan, bukan hanya untuk mengumpulkan ibadah di akhirat nanti, namun puasa ramadhan bisa memberi FAedah yang besar buat kesehatan tubuh manusia yang menjalankannya.

Fadhilat dna Kelebihan Puasa Ramadhan :
  1. Pintu langit dibuka
  2. Pintu Syurga dibuka
  3. Orang yang melaksanakan Puasa ramadhan akan mendapatkan balasan syurga Allah
  4. Orang yang melaksanakan puasa ramadhan dikabulkan permintaanya oleh Allah SWT
  5. Orang yang melaksanakan puasa ramadhan dengan sempurna dijanjikan mahligai yang indah di syurga
  6. Orang yang melaksanakan puasa ramadhan akan mendapatkan peliharaan Allah Swt
  7. Orang yang melaksanakan puasa ramadhan mendapatkan 2 kegembiraan saat berbuka dan akan bertemu dengan Allah pada hari kiamat.
  8. Setiap kali sujud orang yang melaksanakan puasa ramadhan, dikaruniakan 1700 kebajikan, dibinakan mahligai disyurga serta 70.000 malaikat memohon ampunan baginya dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.
Mungkin itu adalah kelebihan kita dalam melaksanakan Puasa Ramadhan, baiknya kita sebagai umat muslim yang bertaqwa hendaknya selalu menjaga Puasa dan amalan - amalan baik pada bulan yang suci ini. baca juga artikel Bacaan Niat Shalat Tarawih | Serta Definisi Shalat Tarawih dan Cara Melakukan Shalat Ied Idul Fitri Dan Idul Adha. semoga bermanfaat dan bisa mendapatkan barokah dari Allah SWT. 

Selengkapnya

Bacaan Niat Shalat Tarawih | Serta Definisi Shalat Tarawih

Bacaan Niat Shalat Tarawih | Serta Definisi Shalat Tarawih - Shalat ini merupakan shalat yang dilakukan khusus pada bulan Ramadhan, Pelaksanaan shalat ini dilakukan setelah selsainya shalat isya dan biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid.
 Shalat Tarawih 
Niat merupakan hal yang penting didalam melakukan Shalat, niat diucapkan didalam hati dan hanya kepada Allah SWT semata dengan hati yang suci serta ihklas untuk mendapatkan Ridho Allah SWT. Dalam pembacaan niat umumnya jangan terlalu keras karena bisa mengganggu para muslim lainnya. adapun niat dalam shalat ini adalah sebagai berikut :

َأُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا/إِمَامًا للهِ تَعَالَى

"Ushalli sunnatat taraawiihi rak'ataini (ma'muman/imaaman) lillahi ta'aalaa."

Artinya : “Aku niat Salat Tarawih dua rakaat (menjadi makmum/ imam) karena Allah Ta’ala”

Namun begitu kita juga dapat mengucapkan nian sesaui bahasa kita masing-masing, yang intinya sama dengan arti dalam ayat diatas, yang semata-mata hanya kepada Allah SWT.

Mungkin ini sedikit informasi untuk mengingatkan Sobat muslim semua, yang barangkali lupa akan doa Shalat Tarawih, baca juga artikel Bacaan Niat Puasa Dan Doa Buka Puasa Ramadhan. Silahkan tinggalkan komentar untuk perbaikan blog ini. 
Selengkapnya

Thursday, April 3, 2014

Cara Melakukan Shalat Ied Idul Fitri Dan Idul Adha

Cara Melakukan Shalat Idul Fitri Dan Idul Adha - Selamat siang, Puji syukur kita haturkan kehadirat Allah SWT yang mana berkat Rahmat dan karunia nya lah kita masih bisa menikmati indahnya dunia dengan segala isinya. 

Melakukan Shalat adalah kewajiban kita sebagai umat muslim yang masih hidup dan sehat jiwa raga maupu akal pikiran. Shalat Ied adalah shalat sunnah muakad, yang artinya shalat ini walaupun sunnah tapi sangat tidak di anjurkan untuk meninggalkanya.

Berikut adalah Tata Cara melakukan Shalat Ied Idul Fitri dan Idul Adha, yang bersumber dari beberapa ulama dan syariat islam, silahkan simak penjelasan berikut :

Shalat Ied Idul Fitri dan Idul Adha memiliki jumlah Raka'at yang sama yaitu 2 raka'at. adapun cara pelaksanaan sebagai berikut :

1. Memulai dengan takbiratul ihrom, sebagaimana shalat pada umumnya.
2. Kemudian bertakbir sebanyak tujuh kali takbir, selain takbiratul ihrom, sebelum memulai mambaca Al Fatihah, dalam melakuka takbir angkat kedua tangan sebagaimana yang di contohkan oleh Ibnu umar. Ibnul Qayyim mengatakan, “Ibnu ‘Umar yang dikenal sangat meneladani Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengangkat tangannya dalam setiap takbir.”

3. Diantara takbir kita membaca :

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ . اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي

“Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar. Allahummaghfirlii war hamnii"
Artinya : Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada sesembahan yang benar untuk disembah selain Allah. Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku.

4. Kemudian dilanjutkan dengan membaca Surah Al Fatihah dan diteruskan Surah lainya, surah yang di baca Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  adalah Surat Qaaf pada rakaat pertama dan surat Al Qomar pada Raka'at kedua.

كَانَ يَقْرَأُ فِيهِمَا بِ (ق وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ) وَ (اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ

Artinya : “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca “Qaaf, wal qur’anil majiid” (surat Qaaf) dan “Iqtarobatis saa’atu wan syaqqol qomar” (surat Al Qomar).

5. Lalu setelah selesai membaca surat, kiat melakukan gerakan shalat seperti biasa ( Ruku, I'tidal,sujud, duduk diantara dua sujud, dll)

6. Kembali bertakbir ketika bangkit untuik melakukan raka'at kedua
7. lalu bertakbir kembali seperti raka'at pertama, tapi bedanya kalau yang raka'at ke dua bertakbir hanya sebanyak lima kali saja.
8. Lalu kemudian membaca Al Fatiha dan surah berikutnya
9. Melakukan gerakan shalat seperti biasanya hingga salam.

Demikian Tuntunan Cara Melakukan Shalat Idul Fitri Dan Idul Adha, Semoga bermanfaat. Baca juga artikel lainnya seperti | Niat Dan Buka Puasa Ramadhan | yang sebntar lagi kita lakukan bersama lalau | Niat Sholat 5 Waktu Yang Benar | | Hukum Meninggalkan Sholat Fardhu Dan Sunnah |
Selengkapnya

Wednesday, April 2, 2014

Bacaan Niat Sholat 5 Waktu Yang Benar

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Melaksanakan Sholat adalah kewewajiban kita sebagai umat muslim dimanapun kita berada dan dalam keadaan apapun itu kita tidak boleh meninggalkan sholat. kecuali wanita berhalangan.
Tapi dalam melakukan sholat kita harus tau tata cara yang benar dalam pelaksanaan sholat, mulai dari berwudhu sampai kita memcaca doa setelah sholat. Kali ini kami ingin berbagi Bacaan Niat sholat 5 waktu yang benar, saat kita membaca niat dalam sholat posisi badan tegak dan pandangan mata menuju tempat sujud ke arah kiblat ka,bah. berikut adalah bacaan niat sholat 5 waktu. arab dan terjemahnya :
A. Bacaan Niat Sholat Subuh | 2 Roka'at

اصلّى فرض الصّبح ركعتين مستقبل القبلة اداءلله تعالى

Ushalli fardhash shubhi rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala.
Artinya : Sengaja aku shalat fardhu shubuh dua raka’at menghadap ke kiblat karena Alllah Ta’ala

B. Bacaan Niat Sholat Dhuhur | 4 Raka’at

اصلّى فرض الظّهراربع ركعات مستقبل القبلة اداءلله تعالى

Ushalli fardhadz dzuhri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala.
Artinya : Sengaja aku shalat fardhu dzuhur empat raka’at menghadap ke kiblat karena Alllah Ta’ala.

C. Bacaan Niat Sholat Ashar | 4 Raka’at

صلّى فرض العصراربع ركعات مستقبل القبلة اداءلله تعالى

Ushalli fardhal ‘ashri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala.
Artinya : Sengaja aku shalat fardhu ‘ashar empat raka’at menghadap ke kiblat karena Alllah Ta’ala.

D.Bacaan Niat Sholat Magrib | 3 Raka’at

اصلّى فرض المغرب ثلاث ركعات مستقبل القبلة اداءلله تعالى

Ushalli fardhal maghribi tsalaasa raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala.
Artinya : Sengaja aku shalat fardhu maghrib tiga raka’at menghadap ke kiblat karena Alllah Ta’ala.

E. Bacaan Niat Sholat Isya 4 Raka’at

اصلّى فرض العشاءاربع ركعات مستقبل القبلة اداءلله تعالى

Ushalli fardhal ‘isyaa-i arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala.
Artinya : Sengaja aku shalat fardhu ‘isya’ empat raka’at menghadap ke kiblat karena Alllah Ta’ala.

Demikian bacaan niat sholat 5 waktu yang baik dan benar, baca juga artikel Tata Cara Melaksanakan Shalat Jamak Dan Qasar, Puasa Sunnah 6 Hari di Bulan Syawwal.
Selengkapnya

Tuesday, April 1, 2014

Hukum Meninggalkan Sholat Fardhu Dan Sunnah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Puji syukur atas rahmat Allah SWT, kita masih di berinya kesempatan sehat, kesempatan Rezki, dan kesempatan untuk berbuat kebaikan dan Ibadah untuk menuju alam yang abadi yaitu Syurga, Amiinn.

Shabat sekalian, tidak bisa dipungkiri lagi bahwasanya sudah banyak sekali umat muslim yang meninggalkan sholat fardu apalagi sholat suunah, dengan berbagai alasan yang mestinya menjadi kewajiban kedua setelah ibadah kita.
Apalah artinya dunia semata tanpa tiang agama yang kokoh, bahkan Sering kita mendengar para ustadz mengatakan bahwa sholat adalah tiang agama. Seperti yang dituturkan oleh Mu’adz bin Jabal, bahwasannya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Inti (pokok) segala perkara adalah Islam dan tiangnya (penopangnya) adalah shalat.” (HR. Tirmidzi no. 2616 dan Ibnu Majah no. 3973. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Shalat juga merupakan pembatas antara orang beriman dengan orang kafir. Seperti yang dikatakan oleh Jabir radhiyallahu 'anhu Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya, batas antara seseorang dengan kemusyrikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim)

Dari Buraidah radhiyallahu 'anhu bahwasannya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Ikatan janji di antara kami (umat islam) dengan mereka (orang-orang kafir) adalah shalat. Maka barang siapa yang meninggalkan shalat, berarti dia telah menjadi kafir.” (HR. Tirmizi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan sahih)

Jabir berkata, Saya mendengar Rasulullah Saw. bersabda, “Sungguh yang memisahkan antara seorang laki-laki (baca: muslim) dengan kesyirikan dan kekufuan adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 82) 

Asy-Syaukani berkata dalam Nailul Authar (1/403), “Hadits ini menunjukkan bahwa meninggalkan shalat termasuk dari perkara yang menyebabkan terjadinya kekafiran.” 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiah juga menerangkan perbedaan antara kata ‘al-kufru’ (memakai ‘al’) dengan kata ‘kufrun’ (tanpa ‘al’). Dimana kata yang pertama (yang memakai ‘al’/makrifah) bermakna kekafiran akbar yang mengeluarkan dari agama, sementara kata yang kedua (tanpa ‘al’/nakirah) bermakna kafir asghar yang tidak mengeluarkan dari agama. Sementara dalam hadits di atas dia memakai ‘al’. (lihat Iqtidha` Ash-Shirath Al-Mustaqim hal. 70) 

Asy-Syaikh Ibnu Al-Utsaimin berkata, “Yang dimaksud dengan kekafiran di sini adalah kekafiran yang menyebabkan keluar dari Islam, karena Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan shalat sebagai batas pemisah antara orang orang mu’min dan orang orang kafir, dan hal ini bisa diketahui secara jelas bahwa aturan orang kafir tidak sama dengan aturan orang Islam. Karena itu, barang siapa yang tidak melaksanakan perjanjian ini maka dia termasuk golongan orang kafir.” 

Dari Abdullah bin Syaqiq Al-Uqaili radhiyallahu anhu dia berkata: “Para sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah berpendapat mengenai sesuatu dari amal perbuatan yang mana meninggalkannya adalah suatu kekufuran melainkan shalat” (HR. At-Tirmizi no. 2622)

Ibnu Qayyim Al Jauziyah Ra. mengatakan, “Kaum muslimin bersepakat bahwa meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat” (Ash Sholah, hal. 7)

Selain beberapa  hadits diatas, masih Ada lagi dalil pamungkas yang langsung difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala mengenai hukuman bagi orang-orang yang enggan mengerjakan shalat “Apakah yang memasukkan kalian ke dalam neraka Saqar?” Mereka menjawab, “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat” (Al-Muddatstsir: 42-43)

Dari beberapa hadits di atas sudah jelas sekali bahwasanya mereka yang meninggalkan sholat akan mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatanya. maka dari itu tingkatkanlah ibadah dan bertaubatlah dari sekarang. karena dunia tiada yang tahu kapan akhir dari indahnya gemerlap bintang ini. semoga dengan anda membaca artikel ini bisa meningkatkan kesadaran kita betapa pentingnya sholat bagi kita di alam dunia maupun nanti di alam akhirat. artikel ini bersumber dari bersamadakwah.com.
Selengkapnya

Saturday, December 21, 2013

Balasan bagi Orang Yang Meninggalkan Sholat Jum'at

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Pada kesempatan ini saya ingin berbagi tentang Balasan bagi orang yang meninggalkan sholat jum'at.
Ada sesorang Pemuda bercerita dalam sebuah kisah, ia pernah meninggalkan sholat jum'at selama 2 x berturut, karenanya malam hari keasikan begadang sampai larut diwaktu subuh, sehingga siangnya terasa ngantuk dan malas- malasan. lalu pada saat kali ketiga ia kembali tertinggal sholat jum'at lagi karena ketiduran.


Sebagaimana yang sudah maklum, shalat Jum'at termasuk perkara fardhu. Tidak akan tegak agama seorang muslim kecuali dengan menunaikan dan menjaganya sebagaimana shalat-shalat fardhu lainnya. Terlebih, Allah telah firmankan langsung dalam Kitab-Nya,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسَعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sembahyang pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. Al-Jumu'ah: 9)

Karenanya, meninggalkan shalat Jum'at tanpa sebab yang syar'i –sepeti sakit parah, safar, hujan sangat lebat- adalah dosa besar. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah memperingatkan dengan keras atas siapa saja yang melalaikannya,

لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمْ الْجُمُعَاتِ أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ ثُمَّ لَيَكُونُنَّ مِنْ الْغَافِلِينَ
“Hendaknya suatu kaum berhenti dari meninggalkan shalat Jum’at atau Allah akan menutup hati mereka kemudian menjadi bagian dari orang-orang yang lalai.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah dan Ibnu Umar)

Dalam Musnad Ahmad dan Kutub Sunan, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
مَنْ تَرَكَ ثَلَاثَ جُمَعٍ تَهَاوُنًا بِهَا طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ

“Siapa yang meninggalkan tiga kali shalat Jum’at karena meremehkannya, pasti Allah menutup mati hatinya.”
Diriwayatkan dari Usamah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
مَنْ تَرَكَ ثَلَاثَ جُمُعَاتٍ مِنْ غَيْرِ عُذْرٍ كُتِبَ مِنَ الْمُنَافِقِيْنَ

"Siapa yang meninggalkan tiga Jum'at (shalatnya) tanpa udzur (alasan yang dibenarkan) maka ia ditulis termasuk golongan orang-orang munafik." (HR. Al-Thabrani dalam al-Mu'jam al-Kabir dan dishahihkan Syaikh Al-Albani)

Bahkan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkehendak akan membakar rumah-rumah yang di dalamnya terdapat para lelaki yang meninggalkan shalat Jum’at. Beliau bersabda,
لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ رَجُلًا يُصَلِّي بِالنَّاسِ ثُمَّ أُحَرِّقَ عَلَى رِجَالٍ يَتَخَلَّفُونَ عَنْ الْجُمُعَةِ بُيُوتَهُمْ

“Sungguh aku berkeinginan menyuruh seseorang untuk shalat mengimami manusia kemudian aku membakar rumah-rumah para lelaki yang meninggalkan shalat Jum’at.” (HR. Muslim)

Imam Nawawi rahimahullaah menjelaskan dalam satu riwayat bahwa shalat yang dimaksud adalah shalat Isya’, dalam riwayat lain shalat Jum’at, dan dalam riwayat lainnya shalat secara mutlak. Semuanya shahih dan tidak saling menafikan. (Lihat: Syarah Muslim oleh Imam Nawawi: 5/153-154)

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh 

Selengkapnya

Friday, December 6, 2013

Tata Cara Melaksanakan Shalat Jamak Dan Qasar

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Shalat adalah beberapa ucapan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam, yang dengannya kita beribadah kepada Allah SWT menurut syarat – syarat yang telah ditentukan (Sidi Gazalba,88). 


Namun ada adakalah kita lagi mengadakan perjalanan atau berpergian kesuatu yempat dan membutuhkan waktu perjalanan yang membutuhkan waktu lama, seperti berpergian menggunakan Kapal Laut, Pesawat Terbang, dll serta mudik pulang kampung yang memakan waktu lama. 

Dengan demikian kita sering kali menemukan halangan dan kesulitan untk melaksanakan Ibadah Sholat. Padahal ini merupakan kewajiban kita sebagai umat muslim yang sudah baligh untuk menunaikan ibadah shalat.  

Tetapi Kasih sayang Allah SWT kepada umat Islam sedemikian besar dengan cara memberikan rukhsah dalam melaksanakan sholat dengan cara jamak dan qasar dengan syarat-syarat tertentu. Adapun syarat - syaratnya sebagai berikut :

Orang yang sedang bepergian itu dibolehkan memendekkan shalat atau meringkas shalat yang jumlah shalatnya empat raka’at menjadi dua raka’at (shalat qashar). Dibolehkan pula mengumpulkan shalat dalam satu waktu, shalat dhuhur dengan ashar - maghrib dengan isya’ (shalat jama’). 

Sedangkan shalat subuh tidak bisa diqoshor maupun dijama’ tapi untuk shalat maghrib bisa dijama’ dan tidak bisa diqoshor.

Men-jama' shalat ada 2 macam. 
  1. Bila dilakukan waktu shalat yamg awal (misalnya Dhuhur dan Ashar dilakukan pada waktu Dhuhur), maka dinamakan jama' takdim dan,
  2. Bila dilakukan pada waktu yang kedua (seperti Dhuhur dan Ashar dilakukan pada waktu ashar) maka disebut jama' ta'khir.
Syarat jama' takdim
  1. Tertib, mengerjakan dua rakaat secara urut. Dhuhur harus didahulukan tidak boleh dibalik dengan mengerjakan Ashar dulu.
  2. Niat jama' yang dibarengkan dengan takbiratul ihram shalat yang pertama, misalnya Dhuhur.
  3. Terus-menerus, antara dua shalat yang dijama' tidak boleh diselingi dengan ibadah atau pekerjaan lain.

Syarat jama' ta'khir
  1. Niat jama' ta'khir yang diwaktu shalat yang pertama.
  2. Mengerjakan shalat yang kedua ('Ashar atau Isya') masih dalam perjalanan. 

Bila dikerjakan ketika sudah sampai rumah, maka tidak boleh dijama' ta'khir. Menurut qaul shahih dalam jama' ta'khir tidak perlu disyaratkan tertib, muwalah (terus menerus) dan  dengan niat jama'.


Syarat meng-qashar
  1. Bepergian yang bukan untuk tujuan maksiat
  2. Jauh perjalanan minimal 88,5 km
  3. Shalat yang di-qasar adalah ada' (bukan qadla') yang empat rakaat.
  4. Niat qashar bersamaan dengan takbiratul ihram.
  5. Tidak boleh bermakmum pada orang yang shalat sempurna (tidak di-qashar).


SHALAT DHUHUR JAMAK TAKDIM DENGAN SHALAT ASHAR

Shalat dilaksanakan di waktu Shalat Dhuhur. Setelah Shalat Dhuhur kemudian dilanjutkan dengan Shalat Ashar.

Niat Shalat Dhuhur Jamak Takdim dengan Shalat Ashar

اصلى فرض الظهراربع ركعا ت مجموعا بالعصر ماءموما \ اماما لله تعالى

USHALLII FARDLADH DHUHRI ARBA’A RAKA’ATIN MAJMUU’AN BIL ‘ASHRI MA’MUMAN/IMAAMAN LILLAAHI TA’AALAA
Artinya :

“Aku niat Shalat Dhuhur empat rakaat dijama’ dengan Shalat Ashar makmum/iman karena Allah Ta’alla”

Niat Shalat Ashar Jamak Takdim dengan Shalat Dhuhur

اصلى فرض العصراربع ركعا ت مجموعا بالظهر ماءموما \ اماما لله تعالى

USHALLII FARDLADH DHUHRI ARBA’A RAKA’ATIN MAJMUU’AN BIL ‘ASHRI MA’MUMAN/IMAAMAN LILLAAHI TA’AALAA
Artinya :

“Aku niat Shalat Dhuhur empat rakaat dijama’ dengan Shalat Ashar makmum/iman karena Allah Ta’alla”

SHALAT DHUHUR JAMAK TAKHIR DENGAN SHALAT ASHAR
Shalat dilaksanakan di waktu Shalat Ashar. Setelah Shalat Dhuhur kemudian dilanjutkan dengan Shalat Ashar.

Niat Shalat Dhuhur Jamak Ta’khir dengan Shalat Ashar

اصلى فرض الظهراربع ركعا ت مجموعا بالعصر ماءموما \ اماما لله تعالى

USHALLII FARDLADH ‘ASHRI ARBA’A RAKA’ATIN MAJMUU’AN BIDHDHUHRI MA’MUMAN/IMAAMAN LILLAAHI TA’AALAA
Artinya :

“Aku niat Shalat Ashar empat rakaat dijama’ dengan Shalat Dhuhur makmum/iman karena Allah Ta’alla”

Niat Shalat Ashar Jamak Ta’khir dengan Shalat Dhuhur

اصلى فرض العصراربع ركعا ت مجموعا بالظهر ماءموما \ اماما لله تعالى

USHALLII FARDLADH ‘ASHRI ARBA’A RAKA’ATIN MAJMUU’AN BIDHDHUHRI MA’MUMAN/IMAAMAN LILLAAHI TA’AALAA
Artinya :

“Aku niat Shalat Ashar empat rakaat dijama’ dengan Shalat Dhuhur makmum/iman karena Allah Ta’alla”

SHALAT DHUHUR QASHAR DAN SHALAT ASHAR QASHAR
Shalat dilaksanakan di waktu masing-masing. Jumlah Rakaat Shalat Dhuhur dan Shalat Ashar menjadi dua rakaat.

Niat Shalat Dhuhur Qoshor

اصلى فرض الظهرركعتين قصرا لله تعالى

USHALLII FARDLADH DHUHRI RAK’ATAINI QASRHRAN LILLAAHI TA’AALAA
Artinya : 

“Aku niat Shalat Dhuhur dua rakaat dengan Qashar karena Allah Ta’alla”

Niat Shalat Ashar dengan Qoshor

اصلى فرض العصرركعتين قصرا لله تعالى

USHALLII FARDLADH ‘ASHRI RAK’ATAINI QASRHRAN LILLAAHI TA’AALAA
Artinya :

“Aku niat Shalat ‘Ashar dua rakaat dengan Qashar karena Allah Ta’alla”

SHALAT DHUHUR JAMAK TAKDIM BESERTA QASHAR DENGAN SHALAT ASHAR
Shalat dilaksanakan di waktu Shalat Dhuhur. Setelah Shalat Dhuhur kemudian dilanjutkan dengan Shalat Ashar. Jumlah Rakaat Shalat Dhuhur dan Shalat Ashar menjadi dua rakaat.

Niat Shalat Dhuhur Jama’ Takdim beserta Qoshor dengan Shalat Ashar

اصلى فرض الظهرركعتين قصرا مجموعا بالعصر ماءموما \ اماما لله تعالى

USHALLII FARDLADH DHUHRI RAK’ATAINI QASRHRAN MAJMUU’AN BIL ‘ASHRI LILLAAHI TA’AALAA
Artinya :

“Aku niat Shalat Dhuhur dua rakaat Qashar dan Jamak dengan Shalat ‘Ashar karena Allah Ta’alla”

Niat Shalat Ashar Jama’ Takdim beserta Qoshor dengan Shalat Dhuhur

اصلى فرض العصرركعتين قصرا مجموعا بالظهر ماءموما \ اماما لله تعالى

USHALLII FARDLADH ‘ASHRI RAK’ATAINI QASRHRAN MAJMUU’AN BIL DHUHRI LILLAAHI TA’AALAA
Artinya :

“Aku niat Shalat ‘Ashar dua rakaat Qashar dan Jamak dengan Shalat Dhuhur karena Allah Ta’alla”


SHALAT DHUHUR JAMAK TAKHIR BESERTA QASHAR DENGAN SHALAT ASHAR
Shalat dilaksanakan di waktu Shalat Ashar. Setelah Shalat Dhuhur kemudian dilanjutkan dengan Shalat Ashar. Jumlah Rakaat Shalat Dhuhur dan Shalat Ashar menjadi dua rakaat.

Niat Shalat Dhuhur Jama’ Ta’khir beserta Qoshor dengan Shalat Ashar

اصلى فرض الظهرركعتين قصرا مجموعا بالعصر ماءموما \ اماما لله تعالى

USHALLII FARDLADH DHUHRI RAK’ATAINI QASRHRAN MAJMUU’AN BIL ‘ASHRI LILLAAHI TA’AALAA
Artinya :

“Aku niat Shalat Dhuhur dua rakaat Qashar dan Jamak dengan Shalat ‘Ashar karena Allah Ta’alla”

Niat Shalat Ashar Jama’ Ta’khir beserta Qoshor dengan Shalat Dhuhur

اصلى فرض العصرركعتين قصرا مجموعا بالظهر ماءموما \ اماما لله تعالى

USHALLII FARDLADH ‘ASHRI RAK’ATAINI QASRHRAN MAJMUU’AN BIL DHUHRI LILLAAHI TA’AALAA
Artinya : 

“Aku niat Shalat ‘Ashar dua rakaat Qashar dan Jamak dengan Shalat Dhuhur karena Allah Ta’alla”

SHALAT MAGHRIB JAMAK TAKDIM DENGAN SHALAT ISYA’
Shalat dilaksanakan di waktu Shalat Maghrib. Setelah Shalat Maghrib kemudian dilanjutkan dengan Shalat Isya’.

Niat Shalat Maghrib Jama’ Takdim dengan Shalat Isya’

اصلى فرض المغرب ثلاث ركعا ت مجموعا بالعشاء ماءموما \ اماما لله تعالى

USHALLII FARDLAL MAGHRIBI TSALAASA RAKA’ATIN MAJMUU’AN BIL ISYAA’I MA’MUMAN/IMAAMAN LILLAAHI TA’AALAA
Artinya :

“Aku niat Shalat Maghrib tiga rakaat dijama’ dengan Shalat Isya’ makmum/iman karena Allah Ta’alla”

Niat Shalat Isya’ Jama’ Takdim dengan Shalat Maghrib

اصلى فرض العشاء اربع ركعا ت مجموعا بالمغرب ماءموما \ اماما لله تعالى

USHALLII FARDLAL MAGHRIBI TSALAASA RAKA’ATIN MAJMUU’AN BIL ISYAA’I MA’MUMAN/IMAAMAN LILLAAHI TA’AALAA
Artinya :
“Aku niat Shalat Maghrib tiga rakaat dijama’ dengan Shalat Isya’ makmum/iman karena Allah Ta’alla”

SHALAT MAGHRIB JAMAK TA’KHIR DENGAN SHALAT ISYA’
Shalat dilaksanakan di waktu Shalat Isya’. Setelah Shalat Maghrib kemudian dilanjutkan dengan Shalat Isya’.

Niat Shalat Maghrib Jama’ Ta’khir dengan Shalat Isya’

اصلى فرض المغرب ثلاث ركعا ت مجموعا بالعشاء ماءموما \ اماما لله تعالى

USHALLII FARDLAL MAGHRIBI TSALAASA RAKA’ATIN MAJMUU’AN BIL ISYAA’I MA’MUMAN/IMAAMAN LILLAAHI TA’AALAA
Artinya :
“Aku niat Shalat Maghrib tiga rakaat dijama’ dengan Shalat Isya’ makmum/iman karena Allah Ta’alla”

Niat Shalat Isya’ Jama’ Ta’khir dengan Shalat Maghrib

اصلى فرض العشاء اربع ركعا ت مجموعا بالمغرب ماءموما \ اماما لله تعالى

USHALLII FARDLADH ISYAA’I ARBA’A RAKA’ATIN MAJMUU’AN BIL MAGHRIBI MA’MUMAN/IMAAMAN LILLAAHI TA’AALAA
Artinya :

“Aku niat Shalat Isya’ empat rakaat dijama’ dengan Shalat Maghrib makmum/iman karena Allah Ta’alla”


SHALAT ISYA’ QASHAR
Shalat dilaksanakan di waktu Shalat Isya’. Jumlah Rakaat Shalat Isya’ menjadi dua rakaat.

Niat Shalat Isya’ dengan Qoshor

اصلى فرض العشاء ركعتين قصرا لله تعالى

USHALLII FARDLADH ISYA’I RAK’ATAINI QASRHRAN LILLAAHI TA’AALAA
Artinya :
“Aku niat Shalat Isya’ dua rakaat dengan Qashar karena Allah Ta’alla”

SHALAT MAGHRIB JAMAK TAKDIM BESERTA QASHAR DENGAN SHALAT ISYA’
Shalat dilaksanakan di waktu Shalat Maghrib. Setelah Shalat Maghrib kemudian dilanjutkan dengan Shalat Isya’. Jumlah Rakaat Shalat Isya’ menjadi dua rakaat.

Niat Shalat Maghrib Jama’ Takdim beserta Qoshor dengan Shalat Isya’

اصلى فرض المغرب ثلاث ركعا ت قصرا مجموعا بالعشاء ماءموما \ اماما لله تعالى

USHALLII FARDLAL MAGHRIBI TSALAASA RAKA’ATIN QASRHRAN MAJMUU’AN BIL ISYA’I LILLAAHI TA’AALAA
Artinya :

“Aku niat Shalat Maghrib tiga rakaat Qashar dan Jamak dengan Shalat Isya’ karena Allah Ta’alla”

Niat Shalat Isya’ Jama’ Takdim beserta Qoshor dengan Shalat Maghrib

اصلى فرض العشاء ركعتين قصرا مجموعا بالمغرب ماءموما \ اماما لله تعالى

USHALLII FARDLAL ISYA’I ARBA’A RAKA’ATIN QASRHRAN MAJMUU’AN BIL MAGHRIBI LILLAAHI TA’AALAA
Artinya :

“Aku niat Shalat Isya’ dua rakaat Qashar dan Jamak dengan Shalat Maghrib karena Allah Ta’alla”

SHALAT MAGHRIB JAMAK TA’KHIR BESERTA QASHAR DENGAN SHALAT ISYA’
Shalat dilaksanakan di waktu Shalat Isya’. Setelah Shalat Maghrib kemudian dilanjutkan dengan Shalat Isya’. Jumlah Rakaat Shalat Isya’ menjadi dua rakaat.

Niat Shalat Maghrib Jama’ Ta’khir beserta Qoshor dengan Shalat Isya’

اصلى فرض المغرب ثلاث ركعا ت قصرا مجموعا بالعشاء ماءموما \ اماما لله تعالى

USHALLII FARDLADH MAGHRIBI TSALAASA RAKA’ATIN QASRHRAN MAJMUU’AN BIL ISYA’I LILLAAHI TA’AALAA
Artinya :
“Aku niat Shalat Maghrib tiga rakaat Qashar dan Jamak dengan Shalat Isya’  karena Allah Ta’alla”

Niat Shalat Isya’ Jama’ Ta’khir beserta Qoshor dengan Shalat Maghrib

اصلى فرض العشاء ركعتين قصرا مجموعا با المغرب ماءموما \ اماما لله تعالى

USHALLII FARDLADH ISYA’I RAK’ATAINI QASRHRAN MAJMUU’AN BIL MAGHRIBI LILLAAHI TA’AALAA
Artinya :

“Aku niat Shalat Isya’  dua rakaat Qashar dan Jamak dengan Shalat Maghrib karena Allah Ta’alla”

Demikian Artikel tentang Tata Cara Ibadah Shalat jamak Dan Qasar, semoga bisa bermanfaat dan kita tidak meninggalkan shalat meskipun berpergian jauh.

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh 
Selengkapnya

Wednesday, June 12, 2013

Manfaat Shalat Subuh Dan Barokahnya

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selamat Pagi sobat semua, Pagi ini saya mau berbagi tentang Manfa’at Shalat Subuh bagi kita, ternyata selain kita memenuhi kewajiban kita sebagai umat muslim shalat subuh banyak manfaatnya juga loe,  Oke selanjutnya silahkan lanjutkan membaca,



A. Keutamaan Shalat Subuh

Banyak dari sebagian umat muslim yang merasa berat untuk menjalankan shalat subuh., anda tau nggak kenapa..?? Tidak usah ambil contoh orang lain saya  juga sering begitu. Kita lebih sering terbuai oleh nikmatnya tidur dan mimpi kita daripada bergegas bangun untuk pergi ke Masjid. Tapi itulah manusia sesuai dengan yang terkandung didalam QS An-Naba “78”, Hal itu sudah melekat dalam diri manusia saat penciptaannya.

"Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat"


Padahal Rasulullah SAW akan mendoakan umatnya yang bergegas dalam melaksanakan Solat Subuh, seperti yang disebutkan dalam hadist :

“Ya Allah, berkatilah umatku selama mereka suka bangun subuh (yaitu mengerjakannya).”
(Hadis riwayat Tarmidzi, Abu Daud, Ahmad dan Ibnu Majah).

 Bahkan, Allah SWT berfirman dalam Surah al-Kahfi, ayat 28 :

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keredaan-Nya, dan janganlah kedua matamu berpaling daripada mereka kerana mengharapkan perhiasan duniawi, dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya sudah Kami lalaikan daripada mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melampaui batas.”

http://rama19share.blogspot.com
Dan juga, Keutamaan Solat Subuh adalah akan diberikan ganjaran pahala melebihi keindahan dunia dan seisinya, seperti dalam hadis riwayat Imam at-Termizi :

“Dari Aisyah telah bersabda Rasulullah SAW, dua rakaat solat Fajar pahalanya lebih indah daripada dunia dan seisinya.”


B. Manfaat Shalat Subuh Bagi Kesehatan 

Begitu banyak Manfaat yang dapat kita dapatkan saat bangun pagi dan shalat Subuh,  Kegiatan bangun pagi untuk melakukan sholat subuh mampu menormalkan kinerja syaraf dan otak, di dukung dengan kondisi pagi hari memiliki kadar ozon (O3) yang cukup tinggi sehingga mampu membantu kinerja syaraf dan otak, serta mengurangi penyumbatan pembuluh darah yang mengakibatkan terjadinya serangan jantung, shalat Subuh juga memiliki manfaat yang mengejutkan yakni berpotensi membawa kita menuju kesuksesan dalam hidup, sebab saat pagi hari sampai datangnya fajar adalah waktu dimana pintu-pintu rezeki dibuka lebar oleh Allah SWT. 

Oleh sebab demikian, setelah melaksanakan sholat subuh yang memang terkadang kita merasa masih ngantuk dan ingin melanjutkan tidur sejenak, maka usahakanlah sebisa mungkin menahan diri untuk melanjutkan tidur, sebaliknya sangat dianjurkan untuk melanjutkan kegiatan sholat tersebut seperti dengan berdzikir atau berdo'a.

Selain itu juga bagi seorang muslim yang lagi menuntut ilmu, bisa memanfa’atkan waktu setelah Shalat subuh untuk belajar, karena saat pagi hari itulah yang paling tepat untuk menyrap ilmu dan mengingatkan sesuatu, dengan do’a supaya menjadi lebih barokah.

C. Manfa'at Shalat Subuh Bagi Ke Rohanian 

Sholat Subuh mempunyai banyak keutamaan, di antaranya :
o   Menyelamatkan dari azab
o   Mendapat pahala setara pahala orang yang melaksanakan haji dan umrah
o   Terbebas dari api neraka
o   Terhindar dari kemunafikan
o   Serta mendapat perlindungan dari Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:http://rama19shar
e.blogspot.com
“ Berpagi-pagilah kalian dalam menunaikan Shalat Subuh karena itulah pahala yang paling mulia. ”
 (HR. Turmudzi).

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita dan semoga bisa meningkatkan kemauan untuk selalu menjalan kewajiban kita sebagai umat muslim dalam beribadah wajib maupun sunnah,

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

Tukar Link Silahkan Coppy sob..!!!
Selengkapnya

Tuesday, June 4, 2013

Cara Pelaksanaan Shalat Jum’at Yang Benar

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
selamt siang sobat, apa kabar anda siang ini..?? semoga kita dalam keadaan sehat semau,, aamiinn.. siang ini saya mau berbagi bagaimana cara Shalat jum'at Yang benar, ikuti artikel ini yach,,
Pengertian Sholat Jum'at : Sholat Jum'at adalah ibadah salat yang dikerjakan di hari Jum'at dua rakaat secara berjamaah dan dilaksanakan setelah khutbah
 Cara Sholat Jumat
Tata cara pelaksanaan shalat Jum’at, yaitu :
  1. Khatib naik ke atas mimbar setelah tergelincirnya matahari (waktu dzuhur), kemudian memberi salam dan duduk.
  2. Muadzin mengumandangkan adzan sebagaimana halnya adzan dzuhur.
  3. Khutbah pertama: Khatib berdiri untuk melaksanakan khutbah yang dimulai dengan hamdalah dan pujian kepada Allah SWT serta membaca shalawat kepada Rasulullah SAW. Kemudian memberikan nasehat kepada para jama’ah, mengingatkan mereka dengan suara yang lantang, menyampaikan perintah dan larangan Allah SWT dan RasulNya, mendorong mereka untuk berbuat kebajikan serta menakut-nakuti mereka dari berbuat keburukan, dan mengingatkan mereka dengan janji-janji kebaikan serta ancaman-ancaman Allah Subhannahu wa Ta’ala. Kemudian duduk sebentar
  4. Khutbah kedua: Khatib memulai khutbahnya yang kedua dengan hamdalah dan pujian kepadaNya. Kemudian melanjutkan khutbahnya dengan pelaksanaan yang sama dengan khutbah pertama sampai selesai
  5. Khatib kemudian turun dari mimbar. Selanjutnya muadzin melaksanakan iqamat untuk melaksanakan shalat. Kemudian memimpin shalat berjama’ah dua rakaat dengan mengeraskan bacaan.
Adapun rukun khutbah Jumat paling tidak ada lima perkara :

1. Rukun Pertama: Hamdalah
Khutbah jumat itu wajib dimulai dengan hamdalah. Yaitu lafaz yang memuji Allah SWT. Misalnya lafaz alhamdulillah, atau innalhamda lillah, atau ahmadullah. Pendeknya, minimal ada kata alhamd dan lafaz Allah, baik di khutbah pertama atau khutbah kedua.

Contoh bacaan:

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Innal hamdalillahi nahmaduhu wa nasta’iinuhu wa nastaghfiruhu wa na’uudzubillaahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyiaati a’maalinaa mayyahdihillaahu falaa mudhillalahu wa mayyudhlilfalaa haadiyalahu

2. Rukun Kedua: Shalawat kepada Nabi SAW
Shalawat kepada nabi Muhammad SAW harus dilafadzkan dengan jelas, paling tidak ada kata shalawat. Misalnya ushalli ‘ala Muhammad, atau as-shalatu ‘ala Muhammad, atau ana mushallai ala Muhammad.
Contoh bacaan:

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

Allahumma sholli wa sallam ‘alaa muhammadin wa ‘alaa alihii wa ash haabihi wa man tabi’ahum bi ihsaani ilaa yaumiddiin.

3. Rukun Ketiga: Washiyat untuk Taqwa
Yang dimaksud dengan washiyat ini adalah perintah atau ajakan atau anjuran untuk bertakwa atau takut kepada Allah SWT. Dan menurut Az-Zayadi, washiyat ini adalah perintah untuk mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Sedangkan menurut Ibnu Hajar, cukup dengan ajakan untuk mengerjakan perintah Allah. Sedangkan menurut Ar-Ramli, washiyat itu harus berbentuk seruan kepada ketaatan kepada Allah.
Lafadznya sendiri bisa lebih bebas. 

Misalnya dalam bentuk kalimat: “takutlah kalian kepada Allah”. Atau kalimat: “marilah kita bertaqwa dan menjadi hamba yang taat”.
Contoh bacaan:

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

yaa ayyuhalladziina aamanuu ittaqullaaha haqqa tuqaatihi wa laa tamuutunna ilaa wa antum muslimuun
Ketiga rukun di atas harus terdapat dalam kedua khutbah Jumat itu.

4. Rukun Keempat : Membaca ayat Al-Quran pada salah satunya
Minimal satu kalimat dari ayat Al-Quran yang mengandung makna lengkap. Bukan sekedar potongan yang belum lengkap pengertiannya. Maka tidak dikatakan sebagai pembacaan Al-Quran bila sekedar mengucapkan lafadz: “tsumma nazhar”.
Tentang tema ayatnya bebas saja, tidak ada ketentuan harus ayat tentang perintah atau larangan atau hukum. Boleh juga ayat Quran tentang kisah umat terdahulu dan lainnya.
Contoh bacaan:

فَاسْتبَقُِوا اْلخَيْرَاتِ أَيْنَ مَا تَكُونوُا يَأْتِ بِكُمُ اللهُ جَمِيعًا إِنَّ اللهَ عَلىَ كُلِّ شَئٍ قَدِيرٌ

Fastabiqul khairooti ayna maa takuunuu ya’ tinikumullahu jamii’an innallaaha ‘alaa kulli syaiin qodiiru (QS. Al-Baqarah, 2 : 148)

أَمّا بَعْدُ
ammaa ba’du..

Selanjutnya berwasiat untuk diri sendiri dan jamaah agar selalu dan meningkatkan taqwa kepada Allah SWT, lalu mulai berkhutbah sesuai topiknya.
Memanggil jamaah bisa dengan panggilan ayyuhal muslimun, atau ma’asyiral muslimin rahimakumullah, atau “sidang jum’at yang dirahmati Allah”.

Isi Khutbah Pertama :
Setelah di itu menutup khutbah pertama dengan do’a untuk seluruh kaum muslimin dan muslimat.
Contoh bacaan:

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

barakallahu lii wa lakum fill qur’aanil azhiim wa nafa’nii wa iyyaakum bima fiihi minal aayaati wa dzikril hakiim. Aquulu qowlii hadzaa wa astaghfirullaaha lii wa lakum wa lisaa iril muslimiina min kulli danbin fastaghfiruuhu innahu huwal ghafuurur rahiimu.

Lalu duduk sebentar untuk memberi kesempatan jamaah jum’at untuk beristighfar dan membaca shalawat secara perlahan.
Setelah itu, khatib kembali naik mimbar untuk memulai khutbah kedua. Dilakukan dengan diawali dengan bacaaan hamdallah dan diikuti dengan shalawat.

Contoh bacaan:

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَلِيُّ الصَّالِحِينَ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْْْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ., أَمَّابعد,

Innal hamdalillahi robbal’aalamiin wa asyhadu an laa ilaaha illahllaahu wa liyyash shalihiina wa asyhadu anna muhammadan khaatamul anbiyaai wal mursaliina allahumma shalli ‘alaa muhammadan wa ‘alaa aali muhammadin kamaa shollayta ‘alaa ibroohiima wa ‘alaa alii ibroohiim, innaka hamiidum majiid.Wa barok ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aali muhammadin kamaa baarokta ‘alaa ibroohiima wa ‘alaa alii ibroohiim, innaka hamiidum majiid.
Ammaa ba’ad..

Selanjutnya di isi dengan khutbah baik berupa ringkasan, maupun hal-hal terkait dengan tema/isi khutbah pada khutbah pertama yang berupa washiyat taqwa.

Isi Khutbah Kedua

5. Rukun Kelima: Doa untuk umat Islam di khutbah kedua
Pada bagian akhir, khatib harus mengucapkan lafaz yang doa yang intinya meminta kepada Allah kebaikan untuk umat Islam. Misalnya kalimat: Allahummaghfir lil muslimin wal muslimat . Atau kalimat Allahumma ajirna minannar .
Contoh bacaan do’a penutup:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلََى اّلذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. والحمد لله رب العالمين.

Allahummagh fir lilmuslimiina wal muslimaati, wal mu’miniina wal mu’minaatil ahyaa’I minhum wal amwaati, innaka samii’un qoriibun muhiibud da’waati.
Robbanaa laa tuaakhidznaa in nasiinaa aw akhtho’naa. Robbanaa walaa tahmil ‘alaynaa ishron kamaa halamtahuu ‘alalladziina min qoblinaa.Robbana walaa tuhammilnaa maa laa thooqotalanaa bihi, wa’fua ‘annaa wagh fir lanaa war hamnaa anta maw laanaa fanshurnaa ‘alal qowmil kaafiriina.
Robbana ‘aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil aakhiroti hasanah wa qinaa ‘adzaabannaar. Walhamdulillaahi robbil ‘aalamiin.

Selanjutnya khatib turun dari mimbar yang langsung diikuti dengan iqamat untuk memulai shalat jum’at. Shalat jum’at dapat dilakukan dengan membaca surat al a’laa dan al ghasyiyyah, atau surat bisa juga surat al jum’ah, al kahfi atau yang lainnya.

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Selengkapnya
 
© Copyright 2012 Tuntunaan Sholat, Puasa, Pernikahan, dan Kabar Islam Template Modify by ABDILLAH AL-AZMI | Powered by Blogger.com.