Puasa

Bacaan Niat Puasa Dan Doa Buka Puasa

Mungkin ini adalah Ramadhan Terakhir buat kita, Mungkin juga ini Ramadhan terakhir buat mereka, hanya Allah saja lah yang tahu akan hal itu..

Tips Mesin

Cara Melakukan Shalat Ied Idul Fitri Dan Idul Adha

Shalat Ied adalah shalat sunnah muakad, yang artinya shalat ini walaupun sunnah tapi sangat tidak di anjurkan untuk meninggalkanya...

Tuntunan Sholat

Cara Pelaksanaan Shalat Jum’at Yang Benar

Sholat Jum'at adalah ibadah salat yang dikerjakan di hari Jum'at dua rakaat secara berjamaah dan dilaksanakan setelah khutbah..

Tips Kaki-kaki

Download Free MP3 Al Qur'an Part I

Isi Ponsel Sobat Dengan Ayat - ayat suci Al Qur'an supaya ponselnya penuh barokah...

Seginimzoixz

Sunday, June 29, 2014

Kelebihan dan Keistimewaan Puasa Pada Bulan Ramadhan

Kelebihan dan Keistimewaan Puasa Pada Bulan Ramadhan- Puasa ramadhan merupakan puasa yang dilakukan pada bulan rmadhan pada setiap tahun islam. adapun puasa ini dilakukan sama halnya seperti puasa pada umumnya yakni menahan diri dari sesuatu yang bisa membatalkan puasa. secara lebih lengkapnya merupakan menahan diri pada siang hari dari berbuka dengan disertai niat berpuasa bagi orang yang telah diwajibkan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
 Puasa Ramadhan
Keutamaan Puasa Ramadhan
Puasa ramadhan hukumnya wajib untuk semua muslim yang memenuhi syarat untuk melakukannya.
dalam beberapa hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan tentang fadhilat dan keutamaan puasa pada bulan Ramadhan, bukan hanya untuk mengumpulkan ibadah di akhirat nanti, namun puasa ramadhan bisa memberi FAedah yang besar buat kesehatan tubuh manusia yang menjalankannya.

Fadhilat dna Kelebihan Puasa Ramadhan :
  1. Pintu langit dibuka
  2. Pintu Syurga dibuka
  3. Orang yang melaksanakan Puasa ramadhan akan mendapatkan balasan syurga Allah
  4. Orang yang melaksanakan puasa ramadhan dikabulkan permintaanya oleh Allah SWT
  5. Orang yang melaksanakan puasa ramadhan dengan sempurna dijanjikan mahligai yang indah di syurga
  6. Orang yang melaksanakan puasa ramadhan akan mendapatkan peliharaan Allah Swt
  7. Orang yang melaksanakan puasa ramadhan mendapatkan 2 kegembiraan saat berbuka dan akan bertemu dengan Allah pada hari kiamat.
  8. Setiap kali sujud orang yang melaksanakan puasa ramadhan, dikaruniakan 1700 kebajikan, dibinakan mahligai disyurga serta 70.000 malaikat memohon ampunan baginya dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.
Mungkin itu adalah kelebihan kita dalam melaksanakan Puasa Ramadhan, baiknya kita sebagai umat muslim yang bertaqwa hendaknya selalu menjaga Puasa dan amalan - amalan baik pada bulan yang suci ini. baca juga artikel Bacaan Niat Shalat Tarawih | Serta Definisi Shalat Tarawih dan Cara Melakukan Shalat Ied Idul Fitri Dan Idul Adha. semoga bermanfaat dan bisa mendapatkan barokah dari Allah SWT. 

Selengkapnya

Wednesday, April 2, 2014

Bacaan Niat Sholat 5 Waktu Yang Benar

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Melaksanakan Sholat adalah kewewajiban kita sebagai umat muslim dimanapun kita berada dan dalam keadaan apapun itu kita tidak boleh meninggalkan sholat. kecuali wanita berhalangan.
Tapi dalam melakukan sholat kita harus tau tata cara yang benar dalam pelaksanaan sholat, mulai dari berwudhu sampai kita memcaca doa setelah sholat. Kali ini kami ingin berbagi Bacaan Niat sholat 5 waktu yang benar, saat kita membaca niat dalam sholat posisi badan tegak dan pandangan mata menuju tempat sujud ke arah kiblat ka,bah. berikut adalah bacaan niat sholat 5 waktu. arab dan terjemahnya :
A. Bacaan Niat Sholat Subuh | 2 Roka'at

اصلّى فرض الصّبح ركعتين مستقبل القبلة اداءلله تعالى

Ushalli fardhash shubhi rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala.
Artinya : Sengaja aku shalat fardhu shubuh dua raka’at menghadap ke kiblat karena Alllah Ta’ala

B. Bacaan Niat Sholat Dhuhur | 4 Raka’at

اصلّى فرض الظّهراربع ركعات مستقبل القبلة اداءلله تعالى

Ushalli fardhadz dzuhri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala.
Artinya : Sengaja aku shalat fardhu dzuhur empat raka’at menghadap ke kiblat karena Alllah Ta’ala.

C. Bacaan Niat Sholat Ashar | 4 Raka’at

صلّى فرض العصراربع ركعات مستقبل القبلة اداءلله تعالى

Ushalli fardhal ‘ashri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala.
Artinya : Sengaja aku shalat fardhu ‘ashar empat raka’at menghadap ke kiblat karena Alllah Ta’ala.

D.Bacaan Niat Sholat Magrib | 3 Raka’at

اصلّى فرض المغرب ثلاث ركعات مستقبل القبلة اداءلله تعالى

Ushalli fardhal maghribi tsalaasa raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala.
Artinya : Sengaja aku shalat fardhu maghrib tiga raka’at menghadap ke kiblat karena Alllah Ta’ala.

E. Bacaan Niat Sholat Isya 4 Raka’at

اصلّى فرض العشاءاربع ركعات مستقبل القبلة اداءلله تعالى

Ushalli fardhal ‘isyaa-i arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala.
Artinya : Sengaja aku shalat fardhu ‘isya’ empat raka’at menghadap ke kiblat karena Alllah Ta’ala.

Demikian bacaan niat sholat 5 waktu yang baik dan benar, baca juga artikel Tata Cara Melaksanakan Shalat Jamak Dan Qasar, Puasa Sunnah 6 Hari di Bulan Syawwal.
Selengkapnya

Tuesday, April 1, 2014

Hukum Meninggalkan Sholat Fardhu Dan Sunnah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Puji syukur atas rahmat Allah SWT, kita masih di berinya kesempatan sehat, kesempatan Rezki, dan kesempatan untuk berbuat kebaikan dan Ibadah untuk menuju alam yang abadi yaitu Syurga, Amiinn.

Shabat sekalian, tidak bisa dipungkiri lagi bahwasanya sudah banyak sekali umat muslim yang meninggalkan sholat fardu apalagi sholat suunah, dengan berbagai alasan yang mestinya menjadi kewajiban kedua setelah ibadah kita.
Apalah artinya dunia semata tanpa tiang agama yang kokoh, bahkan Sering kita mendengar para ustadz mengatakan bahwa sholat adalah tiang agama. Seperti yang dituturkan oleh Mu’adz bin Jabal, bahwasannya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Inti (pokok) segala perkara adalah Islam dan tiangnya (penopangnya) adalah shalat.” (HR. Tirmidzi no. 2616 dan Ibnu Majah no. 3973. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Shalat juga merupakan pembatas antara orang beriman dengan orang kafir. Seperti yang dikatakan oleh Jabir radhiyallahu 'anhu Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya, batas antara seseorang dengan kemusyrikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim)

Dari Buraidah radhiyallahu 'anhu bahwasannya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Ikatan janji di antara kami (umat islam) dengan mereka (orang-orang kafir) adalah shalat. Maka barang siapa yang meninggalkan shalat, berarti dia telah menjadi kafir.” (HR. Tirmizi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan sahih)

Jabir berkata, Saya mendengar Rasulullah Saw. bersabda, “Sungguh yang memisahkan antara seorang laki-laki (baca: muslim) dengan kesyirikan dan kekufuan adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 82) 

Asy-Syaukani berkata dalam Nailul Authar (1/403), “Hadits ini menunjukkan bahwa meninggalkan shalat termasuk dari perkara yang menyebabkan terjadinya kekafiran.” 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiah juga menerangkan perbedaan antara kata ‘al-kufru’ (memakai ‘al’) dengan kata ‘kufrun’ (tanpa ‘al’). Dimana kata yang pertama (yang memakai ‘al’/makrifah) bermakna kekafiran akbar yang mengeluarkan dari agama, sementara kata yang kedua (tanpa ‘al’/nakirah) bermakna kafir asghar yang tidak mengeluarkan dari agama. Sementara dalam hadits di atas dia memakai ‘al’. (lihat Iqtidha` Ash-Shirath Al-Mustaqim hal. 70) 

Asy-Syaikh Ibnu Al-Utsaimin berkata, “Yang dimaksud dengan kekafiran di sini adalah kekafiran yang menyebabkan keluar dari Islam, karena Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan shalat sebagai batas pemisah antara orang orang mu’min dan orang orang kafir, dan hal ini bisa diketahui secara jelas bahwa aturan orang kafir tidak sama dengan aturan orang Islam. Karena itu, barang siapa yang tidak melaksanakan perjanjian ini maka dia termasuk golongan orang kafir.” 

Dari Abdullah bin Syaqiq Al-Uqaili radhiyallahu anhu dia berkata: “Para sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah berpendapat mengenai sesuatu dari amal perbuatan yang mana meninggalkannya adalah suatu kekufuran melainkan shalat” (HR. At-Tirmizi no. 2622)

Ibnu Qayyim Al Jauziyah Ra. mengatakan, “Kaum muslimin bersepakat bahwa meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat” (Ash Sholah, hal. 7)

Selain beberapa  hadits diatas, masih Ada lagi dalil pamungkas yang langsung difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala mengenai hukuman bagi orang-orang yang enggan mengerjakan shalat “Apakah yang memasukkan kalian ke dalam neraka Saqar?” Mereka menjawab, “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat” (Al-Muddatstsir: 42-43)

Dari beberapa hadits di atas sudah jelas sekali bahwasanya mereka yang meninggalkan sholat akan mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatanya. maka dari itu tingkatkanlah ibadah dan bertaubatlah dari sekarang. karena dunia tiada yang tahu kapan akhir dari indahnya gemerlap bintang ini. semoga dengan anda membaca artikel ini bisa meningkatkan kesadaran kita betapa pentingnya sholat bagi kita di alam dunia maupun nanti di alam akhirat. artikel ini bersumber dari bersamadakwah.com.
Selengkapnya

Wednesday, December 4, 2013

Cara Melakukan Thaharah Yang Benar

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


           Thaharah menurut bahasa berarti bersuci. Menurut syara’ adalah membersihkan diri, pakaian, tempat, dan benda-benda lain dari najis dan hadas menurut cara-cara yang ditentukan oleh syariat islam.

       Thaharah (bersuci) merupakan persyaratan dari beberapa macam ibadah. Oleh karna itu bersuci menjadi masalah penting dalam ajaran islam.Tata cara bersuci yang diajarkan islam dimaksudkan agar manusia menjadi suci dan bersi,baik lahir maupun batin.

     Thaharah menempati kedudukan yang penting dalam ibadah.Misalnya,setiap orang yang akan mengerjakan salat dan tawaf diwajibkan terlebih dahulu berThaharah,sepertih berudu,tayamum,atau mandi.

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ (٢٢٢)

Artinya :  Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.

      Apabila badan, tempat, atau perlengkapan lain terkena najis, hendaknya dibersihkan amendapat kesehatan dan akan disenangi oleh sesamanya.Allah SWT mencintai orang-orang yang membersihkan diri serta lingkungannya. Orang-orang yang suci adalah orang yang membersihkan dirinya dari segala najis, hadas, dan kotoran. Secara garis besar, bersuci ada dua macam, yaitu bersuci dari najis dan hadas.

         Jika dilihat dari sifat dan pembagiannya, thaharah (bersuci) dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu bersuci lahiriah dan batinia.
a.      Bersuci Lahiriah
Beberapa contoh thaharah / bersuci yang bersifat lahiriah adalah membersihkan badan, tempat tinggal, dan lingkungan darisegala bentuk kotoran atau najis. Bersuci lahiriah meliputi kegiatan bersuci dari najis dan bersuci dari hadas.
  1. Bersuci dari najis adalah berusaha untuk membersihkan segala bentuk kotoran yang melekat pada badan atau tempat yang didiami. Cara membersihkannya disesuaikan dengan bentuk atau jenis kotoran yang akan dihilangkan, seperti dibasuh sampai hlang rasa, bau, dan warna.
  2. Bersuci dari hadas adlah menghilangkan atau membersihkan hadas dengan cara berwudu atau mandi. Cara membersihkannya disesuaikan dengan jenis hadas yang akan di mersihkan.

b.    Bersuci batiniah
Thaharah batiniah adalah membersihkan jiwa dari kotoran batin berupa dosa dan perbuatan maksiat, seprti syirik, takabur, dan ria. Cara membersihkan sifat atau perbuatan tercela ini adalah dengan bertobat kepada Allah SWT tidak mengulangi perbuatan tercela tersebut, serta menggantinya dengan perbuatan terpuji.

Macam-Macam Alat Thaharah
        Hanya airkah yang dapat digunakan thaharah ? Bagaimanakah jika disuatu tempat bagaimanakah jika disuatu tempat sulit ditemukan air ? Dalam hal ini, Islam tetap memberi kemudahan. Alat atau benda yang dapat digunakan untuk bersuci menurut Islam ada dua macam, yakni benda padat dan benda cair.
Benda padat yang dimaksud adalah batu, pecahan genting, batu merah, kertas, daun, dan kayu. Semua benda tersebut harus dalam keadaan bersih dan tidak terpakai. Islam melarang pemakaian benda-benda tersebut apabila masih dipakai, misalnya buku yang masih digunakan, kertas yang akan dipakai, dan batu merah yang akan dipasang.
         Benda cair yang boleh digunakan untuk bersuci adalah air.air ada yang boleh digunakan untuk bersuci, ada pula yang tidak boleh atau tidak sah untuk bersuci. Air yang dapat dipakai untuk bersuci, diantaranya air mutlak. Air mutlak adalah air yang tidak tercampuri oleh suatu apa pun dari najis, misalnya air sumur,air mata air,air sungai,air laut,dan air salju.

Macam-Macam Air
Macam-macam air tersebut adalah :
  1. air yang suci dan mensucikan,yaitu air yang halal untuk di minum dan sah digunakan untuk bersuci, misalnya air hujan,air sumur,air laut, air salju,air embun,dan air sungaiselama semuanya itu belum berubah warna,bau,dan rasa;
  2. air suci,tetapi tidak menyucikan, yaitu air yang halal untuk diminum,tetapi tidak sah untuk bersuci, misalnya air kelapa,air teh,air kopi, dan air yang di keluarkan dari pepohonan;
  3. air mutanajis (air yang terkena najis), air yang tidak halal untuk diminum dan tidak sah untuk bersuci, seperti :

    • air yang sudah berubah warna, bau, dan rasanya karena terkena najis serta.
    • air yang belum berubah warna, bau, dan rasanya, tetapi sudah terkena najis dan air tersebut dalam jumlah sedikit (kurang dari dua kulah).

    4. air yang makruh di pakai bersuci, seperti air yang terjemur atau terkena panas matahari dalam bejana,           selain bejana dari emas atau perak.
    5.  air mustakmal, yaitu air yang telah digunakan untuk bersuci walaupun tidak berubah warnanya. Air ini        tidak boleh digunakan bersuci karena dikhawatirkan telah terkena najis sehingga dapat mengganggu                kesehatan.

 Macam-Macam Najis dan Tata Cara Thaharah

Dalam ajaran Islam, najis dibagi menjadi tiga macam, yaitu najis mugallazah, mukhaffafah, dan mutawassitah.
  1. Najis Berat (Mugallazah)  adalah suatu materi (benda) yang kenajisannya ditetapkan berdasarkan dalil yang pasti (qat’i). Yang termasukdalam kelompok ini adalah najis yang berasal dari anjing dan babi. Cara menyucikannya adalh menghilangkan terlebih dahulu wujud benda najis itu, kemudian dicuci dengan air bersih sebanyak tujuh kali dan salah satunya dengan tanah.
  2. Najis Ringan (Mukhaffafah) adalah najis yang berasal dari air kencing bayi laki-laki yang belum makan apa-apa, kecuali air susu ibunya dan umurnya kurang dari 2 tahun. Cara menyucikan najis ini cukup dengan memercikkan air pada benda yang terkena najis.
  3. Najis Sedang (Mutawassitah) Najis sedang adalah semua najis yang idak termasuk dua macam najis di atas (mugallazah dan mukhaffafah). Najis mutawassitah ada dua, yaitu mutawassitah hukmiyyah dan mutawassitah ‘ainiyah.
    1. mutawassitah hukumiyyah adalah najis yang diyakini adanya tetapi tidak ada bau, rasa, ataupun wujudnya, seperti kencing yang sudah kering. Cara menyucikannya cukup disiram air diatasnya.
    2. mutawassitah ‘ainiyah adalah najis yang masih ada wujud, bau, atau pun rasa. Cara menyucikannya adlah dibasuh samapai hilang wujud, bau, ataupun rasa (kecuali jika sangat susah dihilangkan).

Hadas KeciL dan Tata Cara Thaharah
Hadas kecil adalah hadas yang dapat disucikan dengan cara wudhu atau tayamum. Seseorang dikatakan berhadas kecil apabilah ia buang air seni,buang air besar,buabng angin,tidur dengan duduk tegak atau menyantuh kemaluan tanpa alas. Cara mensucikan diri dari hadas kecil cukup berwudhu. Wudhu adalah cara bersuci yang disyariatkan islam, setiap orang yang hendak melaksanakan

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Selengkapnya

Thursday, June 6, 2013

Cara Melakukan Tayamum Dengan Benar

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

     Islam Menghendaki kemudahan bagi setiap umatnya, salah satunya yaitu cara mensucikan diri, ada banyak cara yang bisa dilakukan dari berwudhu dengan air bahkan bisa menggunakan debu, saya akan membahas tentang Tata Cara Melakukan Tayamum yang benar, lanjutkan membaca,

    Kebersihan adalah sebagian dari iman. Mensucikan diri atau thoharoh adalah kewajiban umat Islam. Bahkan salah satu syarat sah untuk melakukan shalat adalah suci dari hadas dan najis. Cara menghilangkan najis adalah dengan memindakan najis itu dari tubuh maupun pakaian. Sedangkan bersuci dari hadas antara lain dengan mandi, wudhu, dan tayamum. 


Umat islam sangat ditekankan untuk selalu mensucikan diri, karena tuntunannya sudah diatur dalam Al-Qur’an. Dalam Surat Al-Baqoroh dituangkan :
Artinya: 
"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri." (QS. Al-Baqoroh: 222) 


        Air adalah sarana untuk bersuci,. Karena wudhu dan mandi mutlak memakai air. Tapi bagaimana jika kita tidak dapat menemukan air atau kondisi tidak mungkin menggunakan air. Alternatifnya adalah tayamun. 
Tentang tayamum disuratkan dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 43 :

Artinya:
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Pengampun." (QS. An-Nisa: 43)

        Islam sangat memberi kelonggaran pada ummatnya. Kaum muslim diperbolehkan tayamun ketika tidak mampu menggunakan air, baik karena tidak ada air atau dikhawatirkan memburuknya kondisi badan yang sakit karena terkena air. 

       Tayamum adalah bersuci dengan menggunakan debu. Ada yang berpendapat bahwa debu disini adalah tanah yang baik. Ada juga yang mengatakan bahwa debu itu adalah debu yang baik. Dalam surat Al-Maidah ayat 6 dijelaskan :


Artinya: 
"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan ni'mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur."  (QS. Al-Maidah: 6)

         Dari ayat tersebut jelas dikatakan bahwa tayamum adalah menyapu muka dan tangan dengan debu atau tanah. Kedua tangan cukup ditepukkan pada permukaan tanah atau media apapun yang bisa dijangkaunya. Artinya, tidak perlu dipermasalahkan, permukaan media tersebut berdebu atau tidak. 

           Tayamum bisa dilakukan ketika kita berada di daerah padang batu dan tidak menemukan tanah, atau sedang dalam perjalanan yang tidak memungkinkan untuk berhenti ditengah jalan, seperti kereta api, pesawat dan kapal laut. Media yang bisa dijangkau itulah yang dijadikan media pembersih. Tata caranya pun lebih dipermudah, tidak seperti wudhu. Setelah menepukkan telapak tangan ke permukaan media pembersih, cukup diusapkan ke muka satu kali. Setelah itu, telapak tangan kana mengusap punggung tangan kiri dan begitu juga tangan satunya. 

Berbagai kemudahan itu seharusnya menjadikan umat muslim lebih bersyukur karena Alloh SWT selalu memberikan solusi untuk setiap permasalahan ummatnya. Dalam Surat Al-Baqoroh ayat 286 dikatakan :

Artinya: 
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya."
(QS. Al-Baqoroh: 286).

         Sama halnya dengan berwudhu, tayamum akan batal dengan hal-hal yang membatalkan wudhu, antara lain mengeluarkan apapun dari kemaluan atau dubur, atau tertidur pulas hingga hilang kesadarannya, hilang kesadaran karena mabuk dan sakit, dan memegang kemaluan tanpa alas karena dorongan syahwat. Selain itu, tayamum akan batal ketika ada air dan orang tersebut mampu menggunakannya. 

        Dalam sejarah diceritakan tentang turunnya anjuran tentang tayamum ini. Suatu ketika dalam perjalanan nabi Muhammad SAW manuju Madinah, Aisyah ra, yang saat itu menjadi istri Nabi kehilangan kalungnya. Karena kecintaannya kepada istrinya itu, Nabi menghentikan perjalanannya untuk mencari kalung Aisyah. Rombongan pun mengikuti pencarian Nabi. Ketika masuk waktu sholat, rombongan masih berada di tempat itu. Padahal, disana tidak terdapat air dan mereka juga tidak membawa air. Rombongan pun mengadukan hal itu ke Abu Bakar Ash-Shiddiq, maka diturunkanlah ayat anjuran bertayamum. 

         Meski demikian, segala kemudahan yang diberikan oleh alloh SWT jangan disalah gunakan. Termasuk untuk masalah tayamum. Jika masih memungkinkan untuk menggunakan air untuk bersuci, maka lebih baik berwudhulah.

semoga Bermanfaat, :)

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

Tukar Link Silahkan Coppy sob..!!!
Selengkapnya

Macam - Macam Najis Dan Cara Mensucikannya

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


         selamat pagi sobat, awlai hari ini dengan senyum dan do'a hanya kepada Allah SWT supaya kita selalu mendapat barokah dan rezki yang banyak,, aamiin... 
Perlu kita ketahui bahwasanya ada beberapa hal yang harus dilakukan sebelum kita mengerjakn Shalat, salah satunya terhindar dari Najis dan serupanya, apa saja itu lanjutkan membaca.


        Dalam setiap menjalankan ibadah kita harus suci atau bersih, baik jasmani atau rohani karena itu sebagai syarat sahnya ibadah. untuk rohani, kita terlebih dahulu mengucap 2 kalimat syahadat. untuk jasmani, maka kita perlu bersih dari kotoran atau najis, baik badan maupun pakaian yang kita pakai. untuk membersihkan najis atau kotoran itu kita perlu bersuci (thaharah).



Allah berfirman : 
“Dan pakaianmu bersihkanlah” (QS al-Mudatsir: 4). “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan diri (QS al-Baqarah: 222). “Di dalamnya (mesjid) terdapat orang-orang yang bertaubat dan membersihkan diri, sesungguhnya Allah suka kepada orang-orang yang selalu membersihkan diri” (QS at-Taubah: 108).

sering kali kita tak sadar akan keberadaan najis tersebut, kita tentunya tak mau kalau ibadah kita dianggap tidak sah hanya karena najis yang melekat pada badan atau pakaian kita. berikut terdapat bermacam-macam najis dan bagaimana cara untuk mensucikannya:

1. Najis Mukhaffafah (Najis Ringan)
         Yang termasuk najis ringan ini adalah air seni atau air kencing bayi laki-laki yang hanya diberi minum asi (air susu ibu) tanpa makanan lain dan belum berumur 2 tahun. Untuk mensucikan najis mukhafafah ini yaitu dengan memercikkan air bersih pada bagian yang kena najis.

2. Najis Mutawassithah (Najis Biasa/Sedang)
         Segala sesuatu yang keluar dari kubul dan dubur manusia dan binatang/hewan adalah najis biasa dengan tingkatan sedang. Air kencing, kotoran buang air besar, termasuk bangkai (kecuali ikan dan belalang), air susu hewan yang diharamkan untuk memakan dagingnya, khamar, dan lain sebagainya.

Najis Mutawasitah terdiri atas dua bagian, yakni  :
  1. Najis ‘Ainiyah : Jelas terlihat rupa, rasa atau tercium baunya.
  2. Najis Hukmiyah : Tidak tampat (bekas kencing & miras)

         Untuk membuat suci najis mutawasithah ‘ainiyah caranya dengan dibasuh 1 s/d 3 dengan air bersih hingga hilang benar najisnya. Sengankan untuk najis hukmiyah dapat kembali suci dan hilang najisnya dengan jalan dialirkan air di tempat yang kena najis.

3. Najis Mughallazhah (Najis Berat)
           Najis mugholazah contohnya seperti air liur anjing, air iler babi dan sebangsanya. Najis ini sangat tinggi tingkatannya sehingga untuk membersihkan najis tersebut sampai suci harus dicuci dengan air bersih 7 kali di mana 1 kali diantaranya menggunakan air dicampur tanah.



4. Najis Ma’fu 
            adalah najis yang tidak wajib dibersihkan/disucikan karena sulit dibedakan mana yang kena najis dan yang tidak kena najis. Contoh dari najis mafu yaitu seperti sedikit percikan darah atau nanah, kena debu, kena air kotor yang tidak disengaja dan sulit dihindari. Jika ada makanan kemasukan bangkai binatang sebaiknya jangan dimakan kecuali makanan kering karena cukup dibuang bagian yang kena bangkai saja.

“Sesungguhnya Allah Maha Indah mencintai keindahan, Allah Maha Baik menyukai kebaikan, Allah Maha Bersih mencintai kebersihan. Karena itu bersihkanlah teras rumah kalian dan janganlah kalian seperti orang-orang Yahudi” (HR.Tirmizi). Semoga kita bisa menjaga tubuh dan pakaian kita dari najis sebelum kita melakukan ibadah pada Allah SWT.

Semoga bermanfaat :)

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

Selengkapnya

Manfaat Berwudhu Bagi Kesehatan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ternyata Berwudhu banyak manfaatnya juga yach, selain untuk mensucikan diri sebelum shalat, salah satu manfaat nya adalah muka kita kkelihatan berseri - seri setiap saat, supaya lebih jelas manfaat yang lain silhkan lanjutkan membaca .


Memang ini kedengarannya sepele.Tapi jangan anggap enteng soal ini, pasalnya nabi senantiasa wudhu sebelum tidur. Berwudhu,disamping bernilai ibadah juga bermanfaat besar bagi kesehatan .

Peneliti dari Universitas Alexsandria ,dr musthafa syahatah ,yang sekaligus menjabat sebagai Dekan Fakultas THT, menyebutkan bahwa jumlah kuman pada orang yang berwudhu lebih sedikit dibanding orang yang tidak berwudhu. Dengan ber-istisnaq (menghirup air dalam hidung) misalnya kita dapat mencegah timbulnya penyakit dalam hidung. Dengan mencuci kedua tangan ,kita dapat menjaga kebersihan tangan. Kita juga bisa menjaga kebersihan kulit wajah bila kita rajin berwudhu. Selain itu,kita juga bisa menjaga kebersihan daun telinga dan telapak kaki kita, artinya dengan sering berwudhu kita dapat menjaga kesehatan tubuh kita. 

Lalu ,bagaimana jika berwudhu dilakukan sebelum tidur ? Nah,para pakar kesehatan di dunia senantiasa menganjurkan agar kita mencuci kaki mulut dan muka sebelum tidur. Bahkan ,sejumlah pakar kecantikan memproduki alat kecantikan agar dapat menjaga kesehatan kulit muka.

Di samping itu tentunya anjuran untuk berwudhu juga mengandung nilai ibadah yang tinggi. Sebab ketika seseorang dalam keadaan suci. Jika seseorang berada dalam keadaan suci,berarti ai dekat dengan Allah. Karena Allah akan dekat dan cinta kepada orang-orang yang berada dalam keadaan suci. 

Rasulullah SAW bersabda: 
“Barangsiapa tidur dimalam hari dalam keadaan suci (berwudhu’) maka Malaikat akan tetap mengikuti, lalu ketika ia bangun niscaya Malaikat itu akan berucap ‘Ya Allah ampunilah hamba mu si fulan, kerana ia tidur di malam hari dalam keadaan selalu suci’”. (HR Ibnu Hibban dari Ibnu Umar r.a.)

Hal ini juga ditulis dalam kitab tanqih al-Qand al-Hatsis karangan syekh muhamad bin umar an-nawawi al-mantany. Dari umar bin harits bahwa nabi bersabda :
“barangsiapa tidur dalam keadaan berwudhu ,maka apabila mati disaat tidur maka matinya dalam keadaan syahid disisi allah.

Maksudnya orang yang berwudhu sebelum tidur akan memperoleh posisi yang tinggi disisi Allah. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa berwudhu sebelu tidur merupakan anjuran nabi yang harus dikerjakan bila seseorang ingin memperoleh kemuliaan disisi Allah.

Manfaat Wudhu Sebelum Tidur

Pertama, merilekskan otot-otot sebelum beristirahat. Mungkin tidak terlalu banyak penjelasan. Bisa dibuktikan dalam ilmu kedokteran bahwa percikan air yang dikarenakan umat muslim melakukan wudhu itu merupakan suatu metode atau cara mengendorkan otot-otot yang kaku karna lelahnya dalam beraktifitas. Sangat diambil dampak positifnya bahwa jika seseorang itu telah melakukan wudhu, maka pikiran kita akan terasa rileks.Badan tidak akan terasa capek.
Kedua, mencerahkan kulit wajah. Wudhu dapat mencerahkan kulit wajah karena kinerja wudhu ini menghilangkan noda yang membandel dalam kulit. Kotoran-kotoran yang menempel pada kulit wajah kita akan senantiasa hilang dan tentunya wajah kita menjadi cerah dan bersih.
Ketiga, didoakan malaikat. Dalam sabda Beliau yang disinggung pada bagian atas, malaikat akan senantiasa memberikan do’a perlindungan kepada umat muslim yang senantiasa wudhu sebelum tidur. Padahal malaikat adalah makhluk yang senantiasa berdzikir kepada Allah. niscaya do’anya akan senantiasa dikabulkan pula oleh Allah. Oleh karena itu, senantiasa berwudhu itu adalah hal yang wajib kita lakukan.


Fenomena Meninggal Dunia Saat Tidur Dalam Sunnah

Jauh-jauh hari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sudah memberikan bimbingan dalam tidur agar tidak menimbulkan bahaya, di antaranya tidur sambil miring ke kanan, tidak tidur sambil tengkurap.

Diriwayatkan oleh al-Hakim dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu, Pernah suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melewati seseorang yang tidur tengkurap di atas perutnya, lalu beliau menendangnya dengan kakinya seraya bersabda,


“Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang tidak disukai Allah Azza Wa Jalla.” (HR. Ahmad dan Al-Hakim).

Sesungguhnya sebab kematian itu bermacam-macam, namun kematian tetaplah satu. Selain Sleep Apnea masih ada sebab lainnya yang menjadi media datangnya kematian. Karenanya, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan tips terbaik bagi umatnya dalam menghadapi kematian yang datangnya tak terduga ini.

Disebutkan dalam Shahihain, dari sabahat al-Bara’ bin Azib radliyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda kepadanya;


“Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan shalat.” (HR. Bukahri dan Muslim).

Dalam menjelaskan faidah dari perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ini, Al-Hafidz Ibnul Hajar menyebutkan hikmahnya, di antaranya yaitu: Agar dia tidur pada malam itu dalam keadaan suci supaya ketika kematian menjemputnya dia dalam keadaan yang sempurna. Dari sini diambil kesimpulan dianjurkannya untuk bersiap diri untuk menghadapi kematian dengan menjaga kebersihan (kesucian) hati karena kesucian hati jauh lebih penting daripada kesucian badan.

Imam al-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan tiga hikmah berwudlu sebelum tidur (yang maksudnya tidur dalam keadaan suci). Salah satunya adalah khawatir kalau dia meninggal pada malam tersebut.

Abdul Razak mengeluarkan sebuah atsar dari Mujahid dengan sanad yang kuat, Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma berkata,


“Janganlah engkau tidur kecuali dalam kondisi berwudlu (suci), karena arwah akan dibangkitkan sesuai dengan kondisi saat dia dicabut.”


semoga bermanfaat, :)

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

Selengkapnya

Cara Berwudhu Yang Benar

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


selamat malam sobat, saya mau berbagi nie tentang Tata cara berwudlu yang benar, bagi yang sudah tahu ya sekedar mengingatkan insyaallah bisa bermanfaat jika kita mau berbagi yang baik kepada orang lain, 
Wudhu adalah mensucikan diri dari segala hadast kecil sesuai dengan aturan syariat islam.

1. Membaca doa sebelum wudhu.
  
Bacaan Doa Sebelum Wudhu
“Allaahummaghfir lii dzanbii, Wawassi lii fii daarii, wabaarik Lii fii rizqii”

Arti Doa Sebelum Wudhu
“Ya Allah, ampunilah dosaku, lapangkanlah rumahku, dan berkahilah rejekiku.”


2. Mencuci / membasuh kedua telapak tangan tiga kali sambil membaca basmalah.
"Bismilaahir rahmanir rahiim"

3. Membersihkan mulut dan lubang hidung, masing-masing sebanyak tiga kali.

4. Membasuh muka sebanyak tiga kali sambil mengucapkan doa niat wudhu.

Bacaan Doa Niat Wudhu
“Nawaitul wudhuu-a liraf’ll hadatsil ashghari fardhal lilaahi ta’aalaa”

Arti Doa Niat Wudhu
“Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardu karena Allah semata.”

5. Mencuci / membersihkan tangan kanan dan kiri, mulai dari ujung jari hingga pangkal / batas siku, masing-masing sebanyak tiga kali.

6. Mengusap kepala mulai dari dahi hingga batas rambut bagian atas sebanyak tiga kali.

7. Menyapu / membersihkan kedua telinga mulai bagian daun telinga bawah dan menuju bagian atas, sebanyak tiga kali.

8. Mencuci / membersihkan kaki kanan dan kiri, mulai dari ujung jari merata hingga mata kaki, masing-masing sebanyak tiga kali.

9. Membaca doa setelah wudhu.

Bacaan Doa Setelah Wudhu
“Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna mUhammadan ‘abduhu wa Rasuuluhu. Allahumma j’alnii minat tawwabiina, waj’alnii minal mutathahiriina waj’alnii min ‘ibaadikash shalihiina.”

Arti Doa Setelah Wudhu
“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan tidak ada yang menyekutukanNya. Aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku orang yang ahli bertobat, jadikanlah aku orang yang suci, dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang saleh.”

semoga bermanfaat :)
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

Selengkapnya
 
© Copyright 2012 Tuntunaan Sholat, Puasa, Pernikahan, dan Kabar Islam Template Modify by ABDILLAH AL-AZMI | Powered by Blogger.com.